Kamis, 16 Oktober 2014

Penyebab dan Pencegah Penyakit Jantung

Semakin dewasa seseorang, biasanya akan mengalami penurunan waktu tidur. Entah karena sibuk bekerja atau asyik bergaul dengan teman. Sekilas, tidur mungkin merupakan hal sepele. Namun nyatanya, aktivitas istirahat ini sangat berpengaruh pada kinerja jantung. Bahkan kebiasaan tidur yang berantakan, diduga bisa menjadi pemicu penyakit jantung.

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Harmani Kalim, penyakit jantung terbagi dua jenis: keturunan dan koroner.Untuk penyakit jantung koroner, ada beberapa penyebabnya. Seperti penyakit gula, kadar kolestrol tinggi, berat badan berlebihan, kurang olahraga, tekanan darah tinggi, dan pola hidup berantakan.

Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada 2013, Harmani melanjutkan, sekitar 30 persen orang Indonesia mengalami tekanan darah tinggi, yakni lebih dari 140 per 90.“Tekanan darah seperti itu berpotensi pada penyakit jantung,” ujar Harmani kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Selasa, 23 September 2014.

Di Indonesia sendiri, jumlah pasien jantung koroner lebih banyak ketimbang penderita jantung bawaan. Bahkan penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Pada April 2011, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, kematian akibat penyakit jantung koroner di Indonesia mencapai 243.048 kasus, atau 17,05 persen dari total kematian. “Kebanyakan penderita jantung koroner adalah pria di atas 40 tahun,” ujar Harmani.

Sementara artikel blogdokter.net, 8 Februari 2014 , menyebutkan bila penderita penyakit jantung di Indonesia terus meningkat. Ini terlihat dari jumlah pasien penyakit jantung koroner yang berkisar 3.000 pertahun.

“Kementerian Kesehatan mencatat, penyakit jantung merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi dan menimbulkan beban bagi masyarakat Indonesia,” tulis blogdokter.net.

Harmani berpendapat, penyakit jantung koroner masih bisa teratasi. Yakni dengan menelusuri penyebab penyakitnya. Jika pemicunya adalah penyakit gula, pasien wajib mengurangi konsumsi makanan serta minuman manis. Juga harus berolahrga secara teratur, menyantap panganan sehat, dan mengurangi berat badan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DITA ARSWENDA Template by Ipietoon Cute Blog Design